Semenjak mengenalmu, kurang lebih satu minggu yang
lalu. Ada perasaan yang aku tak mengerti. sebuah rasa yang selalu membuat ku tak tenang pabila kau
mengirimkan pesan itu. Hanya sekedar menanyakan kabar ataupun hal sepele
lainnya. Tapi entah mengapa, aku sangat senang.
Mengenalmu memang hal baru buatku. Aku begitu nyaman
bertukar pikiran bersamamu. Kau selalu membuatku tersenyum dan tertawa. Selalu.
Aku takkan pernah bosan berbagi pikiran denganmu. Takkan pernah..
Entah bagaiman perasaan ini muncul tiba-tiba
kemudian tumbuh menjadi bibit-bibit rasa suka. Aku tak tahu mengapa. Dan aku
tak mengerti sebabnya. Semuanya mengalir bagaikan air. Dan aku sendiri pun
bingung di buatnya.
Semenjak perkenalan itu, hatiku tiba-tiba terasa
hidup kembali.
Kau hadir dikala hati ini tengah kekurangan air, dan
kau siram hatiku ini dengan lembut, menyeluruh.
Kau bawa sejuta canda itu padaku, menghiburku disaat
ku kelu, menenangkan hatiku yang tengah tak menentu. Kau malaikat bagiku, ya
malaikat.
Sejak saat itu aku memanggilmu kakak. Dan kau
memanggiku adik.
Hmmm bahagia sekali. Seperti terbang ke atas awan kak..
Namun…
Seiring berjalannya waktu,, saat aku sudah cukup
mengenalmu. Aku merasa risih dengan panggilan adik. Entah mengapa aku ingin
sesuatu yang lebih.
Kak, perasaan ini terus tumbuh tiap harinya. Dan aku
tak tahu cara memangkasanya, Cuma kakak yang tahu itu. Aku tak ingin selamanya
memanggilmu kakak. Aku tak ingin selamanya menjadi adikmu. Aku ingin yang lebih
dari itu. Aku ingin itu…
Kak, aku tahu kau selama ini menyayangiku, kau yang
bilang. Tapi mengapa hanya sebagai kakak. Tak bisakah lebih ??
Kak, aku sayang kakak. Aku cinta kakak. Tapi bukan
sebagai adik, melainkan sebagai sepasang kekasih. Aku mau itu kakak..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar