Rabu, 15 Agustus 2012

kamu part I


Semenjak mengenalmu, kurang lebih satu minggu yang lalu. Ada perasaan yang aku tak mengerti. sebuah rasa  yang selalu membuat ku tak tenang pabila kau mengirimkan pesan itu. Hanya sekedar menanyakan kabar ataupun hal sepele lainnya. Tapi entah mengapa, aku sangat senang.
Mengenalmu memang hal baru buatku. Aku begitu nyaman bertukar pikiran bersamamu. Kau selalu membuatku tersenyum dan tertawa. Selalu. Aku takkan pernah bosan berbagi pikiran denganmu. Takkan pernah..
Entah bagaiman perasaan ini muncul tiba-tiba kemudian tumbuh menjadi bibit-bibit rasa suka. Aku tak tahu mengapa. Dan aku tak mengerti sebabnya. Semuanya mengalir bagaikan air. Dan aku sendiri pun bingung di buatnya.
Semenjak perkenalan itu, hatiku tiba-tiba terasa hidup kembali.
Kau hadir dikala hati ini tengah kekurangan air, dan kau siram hatiku ini dengan lembut, menyeluruh.
Kau bawa sejuta canda itu padaku, menghiburku disaat ku kelu, menenangkan hatiku yang tengah tak menentu. Kau malaikat bagiku, ya malaikat.
Sejak saat itu aku memanggilmu kakak. Dan kau memanggiku adik.
Hmmm bahagia sekali. Seperti terbang ke atas awan kak..
Namun…
Seiring berjalannya waktu,, saat aku sudah cukup mengenalmu. Aku merasa risih dengan panggilan adik. Entah mengapa aku ingin sesuatu yang lebih.
Kak, perasaan ini terus tumbuh tiap harinya. Dan aku tak tahu cara memangkasanya, Cuma kakak yang tahu itu. Aku tak ingin selamanya memanggilmu kakak. Aku tak ingin selamanya menjadi adikmu. Aku ingin yang lebih dari itu. Aku ingin itu…
Kak, aku tahu kau selama ini menyayangiku, kau yang bilang. Tapi mengapa hanya sebagai kakak. Tak bisakah lebih ??
Kak, aku sayang kakak. Aku cinta kakak. Tapi bukan sebagai adik, melainkan sebagai sepasang kekasih. Aku mau itu kakak..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar