Rabu, 15 Agustus 2012

puisi:)


Andai mereka tahu, aku tak mau seperti ini. Aku ingin merasakan dekapan kasih sayangnya, menikmati belaian halus cintanya dan manisnya kasih sayang yang dia tuangkan . namun sekali lagi aku hanya bisa mendesah pasrah. Sepertinya kali ini takdir tak berpihak padaku dengan indah. Ia malah menyuguhkan ku secangkir kekecewaan dan semangkuk penuh air mata. Hingga aku sedih di buatnya.  
Andai mereka tahu, aku sangat menyayanginya melebihi sayangku pada diriku sendiri. Aku tak bisa hidup tanpanya. Aku tak bisa membayangkan bagaimana hari-hari ku tanpa suaranya, aku tak tahu. Dan aku tak mau tahu.
Sampai saat ini pun aku masih sulit percaya bahwa aku sudah tak bersamanya lagi. Sepertinya aku masih belum bisa menerima smuanya. Mungkin hatiku tak mau berkompromi. Dan sebaiknya aku harus banyak berusaha untuk bisa melupakkan seraut wajahnya dalam memori otaku. Sehingga kedepannya, semoga lambat laun aku akan terbiasa dengan keadaan seperti ini. Sendiri tanpa kekasih. Smoga apa yang aku putuskan tadi menjadi sbuah pelajaran baru bagi hidupku kelak. Mudah-mudahan aku tidak menyesal nantinya,aminn… dan untuk aldi
”maaf, sepertinya telah banyak sekali luka yang aku torehkan di hatimu. Begitu banyak tingkahku yang sangat menyusahkan dan merepotkanmu. Maafkan aku,, aku tak bisa berbuat apa-apa dikala hubungan ini sedang di ujung tanduk. Aku hanya bisa marah-marah tak jelas. Maaf,, mungkin aku hanya bisa mendoakan mu. Berdoa yang terbaik buatmu. Smoga kelak, kau akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku. Smoga kau slalu tersenyum,slalu bahagia… terimakasih untuk cintamu slama ini. Terimakasih untuk smuanya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar