Andai mereka
tahu, aku tak mau seperti ini. Aku ingin merasakan dekapan kasih sayangnya,
menikmati belaian halus cintanya dan manisnya kasih sayang yang dia tuangkan .
namun sekali lagi aku hanya bisa mendesah pasrah. Sepertinya kali ini takdir
tak berpihak padaku dengan indah. Ia malah menyuguhkan ku secangkir kekecewaan
dan semangkuk penuh air mata. Hingga aku sedih di buatnya.
Andai mereka
tahu, aku sangat menyayanginya melebihi sayangku pada diriku sendiri. Aku tak
bisa hidup tanpanya. Aku tak bisa membayangkan bagaimana hari-hari ku tanpa
suaranya, aku tak tahu. Dan aku tak mau tahu.
Sampai saat
ini pun aku masih sulit percaya bahwa aku sudah tak bersamanya lagi. Sepertinya
aku masih belum bisa menerima smuanya. Mungkin hatiku tak mau berkompromi. Dan
sebaiknya aku harus banyak berusaha untuk bisa melupakkan seraut wajahnya dalam
memori otaku. Sehingga kedepannya, semoga lambat laun aku akan terbiasa dengan
keadaan seperti ini. Sendiri tanpa kekasih. Smoga apa yang aku putuskan tadi
menjadi sbuah pelajaran baru bagi hidupku kelak. Mudah-mudahan aku tidak
menyesal nantinya,aminn… dan untuk aldi
”maaf,
sepertinya telah banyak sekali luka yang aku torehkan di hatimu. Begitu banyak
tingkahku yang sangat menyusahkan dan merepotkanmu. Maafkan aku,, aku tak bisa
berbuat apa-apa dikala hubungan ini sedang di ujung tanduk. Aku hanya bisa
marah-marah tak jelas. Maaf,, mungkin aku hanya bisa mendoakan mu. Berdoa yang
terbaik buatmu. Smoga kelak, kau akan mendapatkan seseorang yang lebih baik
dariku. Smoga kau slalu tersenyum,slalu bahagia… terimakasih untuk cintamu
slama ini. Terimakasih untuk smuanya… ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar