Senja itu,
aku termangu di bemper kelas.
Menunggu
hujan reda.
Tetap diam
tak bersuara.
Duduk diam
tak bergeming seraya menatap tumpahan titik air dari cakrawala.
Senja itu,
sambil terus menatap langit.
Aku melihat
sosoknya, sendiri dalam buaian air.
Dia
terpaku,layu.
Dia tampak
kelelahan, bisu.
Dia amat
menyedihkan, tangkainya hampir patah. .
Senja itu,
aku memutuskan tuk menghampirinya.
Ingin
mendekapnya erat dalam pelukan.
Turut
membawanya pulang..
Aku menatap
kelopaknya, menyedihkan.
Aku sentuh
kuntumnya, menyakitkan.
Mawar itu
berdiri tegap di tengah taman.
Terpekur
sendiri tanpa sandaran.
Dia layu tak
tersentuh.
Dia
kedinginan di tengah derasnya hujan…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar