Rabu, 15 Agustus 2012

tiga :) :)


Aku menangis, lagi. Dan di tempat ini, lagi. Entah sudah kesekian kalinya kau menangis di ayunan ini. Aku tak peduli. Aku masih belum mengerti mengapa ini bisa terjadi. Padahal kemarin aku dan dia tengah merasakan indahnya cinta. Lantas sekarang? Mengapa aku harus menangis kembali??
Mengapa dia pergi tanpa melihatku??  Aku menangis sejadi-jadinya.
Aku meremas suratnya. Tak peduli dengan tetesan air mataku yang membuat surat itu basah. Aku mau kamu. Aku tak mau kamu pergi. Aku tak mau semua ini terjadi. Semoga semua ini hanya mimpiku. Dan ketika aku bangun nanati, aku akan melihat dia dengan senyum tersimpul disudut bibirnya itu.
…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar