Aku menangis, lagi. Dan di tempat ini, lagi. Entah sudah
kesekian kalinya kau menangis di ayunan ini. Aku tak peduli. Aku masih belum
mengerti mengapa ini bisa terjadi. Padahal kemarin aku dan dia tengah merasakan
indahnya cinta. Lantas sekarang? Mengapa aku harus menangis kembali??
Mengapa dia pergi tanpa melihatku?? Aku menangis sejadi-jadinya.
Aku meremas suratnya. Tak peduli dengan tetesan air mataku
yang membuat surat itu basah. Aku mau kamu. Aku tak mau kamu pergi. Aku tak mau
semua ini terjadi. Semoga semua ini hanya mimpiku. Dan ketika aku bangun
nanati, aku akan melihat dia dengan senyum tersimpul disudut bibirnya itu.
…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar